Program Studi D.III Kebidanan Politeknik 'Aisyiyah Pontianak Mengadakan Pelatihan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi bidan
admin | 12 April 2022 | Dibaca 48 kali

Program Studi D III Kebidanan Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak mengadakan kegiatan Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bertempat di Hotel G dan dikampus Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak. Pelatihan ini diikuti oleh Alumni Prodi D.III Kebidanan Angkatan XIII dan mendapatkan SKP IBI

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi D-III kebidanan Politeknik ‘Aisiyah Pontianak, Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 29 September s.d 01 Oktober 2021, dengan jumlah peserta 83 terdiri Alumni dan Panitia dari dosen Prodi D.III kebidanan.

Tujuan  dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta tentang penanganan kedaruratan yang mengancam jiwa secara umum, pada ibu dan bayi. Materi yang diberikan berupa teori selama 3 hari, bimbingan praktek  1 hari,  ujian skill  dan simulasi bencana pada hari kelima. Pelatihan ini adalah training yang berorientasi pada kemampuan pertolongan pertama pada kasus kasus kegawatdaruratan baik pada kasus maternal maupun neonatal. Penanganan dalam kondisi gawat darurat merupakan salah satu pelayanan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kecermatan dalam pelaksanaannya untuk mencegah kematian maupun kecacatan yang dapat dialami oleh pasien. Untuk itu diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

 Kegawat daruratan dalam kasus maternal neonatal seperti kehamilan dan persalinan memiliki kekhususan tersendiri, karena pada ibu hamil atau bersalin pasien yang harus ditangani bukan hanya satu tetapi dua orang, yaitu ibu dan bayi yang harus ditangani dalam waktu yang bersamaan. Keterlambatan sedikit saja, dapat menjadi fatal akibatnya. Pelatihan ini berfokus kepada kemampuan life saving skill, kognitif, afektif maupun psikomotor kegawatdaruratan maternal neonatal bagi tenaga kesehatan khususnya para bidan yang terlibat langsung pada proses persalinan. Dengan harapan mereka telah memiliki skill dasar dalam penanggulangan kegawatdaruratan maternal neonatal, serta mampu mempercepat respontime kegawatdaruratan maternal neonatal dengan harapan kamatian pada ibu dan anak dapat dicegah dengan cepat

BAGIKAN :